Monday, May 21, 2018

Orang-orang Balikpapan dan Jatilan

     Mungkin judul posting ini mengingatkan anda pada buku "Orang-orang Balikpapan dan Salome" Tapi beneran saya tidak bermaksud mencontek. Baca bukunya aja belum 😀 dan saya tidak akan membahas salome, snack jalanan yang di Jawa lebih dikenal dengan nama cilok.

     Balikpapan adalah kota dengan beraneka ragam suku bangsa dan budaya. Bercampur memberikan warna dan rasa seperti sop buah dan es campur. Setiap suku membawa seni dan budaya kampung halamannya ke Balikpapan. Banyak pula yang membentuk kelompok-kelompok kesenian, seperti Banjar, Dayak, Paser, Buton, Bugis, Toraja, Bali, Sunda, dan sudah pasti Jawa dengan berbagai sub suku nya.

     Jatilan atau di Balikpapan biasa juga disebut Barongan adalah salah satu kesenian dari Jawa. Boleh jadi adalah kelompok kesenian dengan jumlah anggota dan penggemar yang terbesar dibanding kelompok kesenian lainnya.  Ada puluhan kelompok jathilan  di Balikpapan dengan jumlah anggota ratusan orang.


Saya ketika mengawal anggota cilik kelompok Jathilan Krido Yekso Taruno  pada saat persiapan karnaval budaya 2018, photo by Bli Igedhe Yudiarsa

     Pada karnaval budaya ulang tahun Kota Balikpapan bulan Februari lalu, kesenian jathilan adalah peserta karnaval dengan jumlah personal terbanyak. Bahkan kelompok jathilan dari Paser pun ikut serta berparade. Alasannya Penajam Pasir Utara dulu adalah bagian dari Balikpapan dengan nama Kecamatan Balikpapan Seberang, jadi mereka ingin ikut berpartisipasi.


     Arak-arakan karnaval begitu panjang dan tetap semangat. Mereka menari, menyanyi, dan menampilkan aktrasi. Seolah tak peduli pada  cuaca yang sangat cerah dengan sinar matahari yang terik.

     Penonton pun tetap  antusias. Saya dan teman-teman komunitas fotografer pun tak kalah antusiasnya mengabadikan acara itu. Saya sampai menghabiskan 2 batre kamera, 2 memory 16G, dan 2 gelas es degan.

Penari Senior Langeng Kudho Wirono menarikan tarian "Sakera"
     Ada banyak genre Jathilan yang ada di Balikpapan. Sebagian besar dari Jawatimuran, seperti Reog Ponorogo, dan Banyuwangi (Jaranan Butho). Ada juga yang  bergaya"Mataraman" meski sudah tidak kental.

Pemain Jathilan Agung Budoyo



    Hampir setiap minggu selalu saja ada yang tampil. Umumnya mereka "ditanggap" atau disewa oleh orang jawa yang sedang "duwe gawe" atau punya hajad, seperti khitanan, pernikaham, atau ulang tahun anaknya.

     Kadang satu pemain bisa bermain di beberapa kelompok kesenian. Demikian juga dengan panjak atau penabuh gamelannya. "seduluran sak lawase" (Persaudaraan selamanya) adalah moto para seniman jawa ini.

     Kesenian ini memiliki para pecinta setia yang selalu mendatangi pagelaran mereka. Biasanya informasi kapan dan di mana "jatilan / barongan maen" menyebar dari mulut ke mulut. Termasuk penjual salome yang mengabarkan ke pembelinya kalau ada kelompok jathilan akan tampil. Tak heran apa bila setiap pertunjukan akan ramai dipenuhi penonton.

Kasri, salah satu penari wanita dari "Krido Yakso Taruno"

     Di era sosial media ini, keberadaan mereka tersupport oleh sosmed. Melalui sosmed para anggota dan penggemar akan saling berbagi informasi kapan dan dimana ada jathilan main. Setidaknya ada 3 group penggemar jathilan di Balikpapan yang saya ketahui di Facebook. Barongan Balikpapan, Penggemar Barongan Balikpapan, dan Penggemar Barongan Balikpapan New.

     Sepertinya ada trend "anak gaul" Balikpapan main jathilan sebagai kebanggaan. Ada juga istilah "anak jadi-jadi" untuk para penonton jathilan yang suka "jadi" atau kesurupan saat acara.  Pada saat tanggapan biasanya ada banyak penonton yang umumnya remaja ikut kesurupan.


     Apakah mereka semua orang jawa dan keturunannya? Bukan, tidak semuanya orang jawa. Banyak suku-suku lain di Balikpapan yang menjadi pemain dan penggemar setia kesenian jathilan, seperti suku Bugis, Buton, Banjar, maupun suku lain, termasuk yang berdarah campuran.

Para Penari Yakso (Raksaksa) dari Krido Yakso Taruno, Jaranan Banyuwangi. Tidak semuanya orang Banyuwangi (jatim), pemimpin kelompok kesenian ini pun orang Magelang (Jateng) anggotanya pun tidak harus orang Jawa.


     Awalnya aku heran ketika bertemu dengan pemain jathilan tidak paham ketika ku ajak ngomong Jawa. "Pemain jathilan kok tidak bisa bahasa Jawa?" Rupanya mereka memang bukan orang jawa. Mereka  mencintai kebudayaan Indonesia yang kebetulan dari suku jawa.


     "Kalau bukan kita siapa lagi Mas? nanti kalau di klaim negara lain marah," begitu alasan mereka. Dan mereka melakukan itu bukan demi uang. Bahkan mereka paham bahwa tidak bisa menyandarkan hidup pada kesenian.

Inilah "Bhineka Tunggal Ika" sejati. Cinta NKRI itu pasti.

- Tetap Semangat - Tetap Luar Biasa -

Saturday, May 19, 2018

Menemukan Habitat

Sekitar 3 minggu lalu, aku bertemu fotografer difable. Bang Dzoel, begitu beliau akrap disapa. Aku ga seberapa tau sih tentang penyandang cacat bawaan ini. Tapi aku sangat kagum karena dia berhasil mengalahkan keterbatasannya. Dan ternyata lebih dari itu, beliau berhasil menunjukkan karyanya kepada dunia, mendapat kesempatan pameran di luar negeri. Satu hal lagi yang membuatku termenung, usia fotografinya baru 4 tahun pencapaiannya sudah luar biasa. Aku mengenal Photography Digital sejak tahun 7 tahun lalu, masih bukan siapa-siapa. Bahkan aku punya kamera pertama yang lebih bagus (EOS 450D), meski beli 2nd tapi langsung lunas. Sementara bang Dzoel memulai dengan EOS1100D kreditan. Aku start lebih awal dengan alat yang lebih baik, tapi aku terlampaui.

Kemarin aku mendapatkan hal yang serupa. Bertemu dengan Teh Ani Berta, seorang ibu yang mulai blogging tahun 2008, dan sudah terkenal di dunia blogger hingga bisa cari duit  dari blog. Aku mulai bloging tahun 2004, masih bukan siapa-siapa, karyawan biasa. Blog ku pun sudah berdebu dan penuh sarang laba-laba.

Waktu bukan segalanya. Seperti para pembalap yang memulai start di urutan pertama namun kalah dalam perlombaan. Proses yang lebih menentukan.

Aku bertemu teh Ani Berta ketika aku menerima ajakan kang Bambang, ketua komunitas Blogger Balikpapan untuk ikut workshop tentang bloging. Sebenarnya ga cuma sekali ini kang Bambang mengajak aku datang ke acara komunitas Blogger Balikpapan. Tapi sebelumnya aku tolak dengan alasan lama ga ngeblog. Aku tau, aku akan diracuni jadi blogger lagi. Kali ini aku mau datang karena nara sumbernya blogger dari jawa yang jarang-jarang bisa ketemu, yaitu Teh Ani Berta dan Riri Restiani. Dan aku pun mendaftarkan diri sebagai peserta. Sebenarnya aku ga tau siapa itu teh Ani Berta dan Riri Restiani. bukannya apa, aku ini ga gaul di kalangan bloger 👨 jadi ga kenal tokoh-tokoh blogger, kasian ya. Tapi bagi ku semua orang adalah guru, lagi pula orang yang didatangkan dari jawa buat ngisi workshop sudah pasti bukan orang sembarangan.

Acara dilaksanakan tanggal 19 Mei 2018, registasi ulang dimulai jam 14.30 dan aku  sempat panik karena jam 14.00 aku belum siap, baru selesai mandi dan ternyata ga punya baju yang sudah disetrika. Untung aja tempat acaranya dekat.  Jam setengah 3 lewat dikit aku udah sampai di gedung Indosat tempat acara digelar.
 
Sama Sponsorship diminta selfie pake ini. Ngiklan dikit.

Ternyata ga bisa dibilang terlambat juga, karena itu adalah jam registrasi bukan jam mulainya acara, dan yang datang pun masih sedikit. Semua orang tau, Indonesia adalah produsen karet terbesar di dunia. Sampai-sampai jam pun bersifat karet, bisa molor lama. Makanya panitia sengaja mengundang lebih awal untuk mengantisipasi si karet molor.


Ternyata selain kang Bambang dan Hendy (yang selalu ada di acara semua komunitas), aku juga bertemu beberapa teman lain. Termasuk Reni yang suaranya kayak anak kucing, pake nama pena kucing explorer. Bahkan ada juga teman photographer Dellotro ikutan juga. Kalau aja ga puasa, pasti udah rame saling olok seperti kebiasaan. Tapi karena puasa ya jadi lebih bisa menjaga perkataan. Lagian aku udah mulai low bat gara-gara tadi pagi ga saur. Ibarat HP yang ga di charge pagi hari, mengandalkan sisa batre semalam.

Seperti biasa acara dibuka dengan acara seremonial, meski tanpa menyanyikan Indonesia Raya. Pembukaan dilakukan sendiri oleh Teh Ani, yang merangkap-rangkap jadi MC, pemateri utama, dan operator power point, luar biasa. Acara serimonial ditutup dengan foto bareng. Aku yang sengaja lupa kalau aku  ini photographer ternyata tidak bisa melepaskan diri dari kodrat, ga tahan buat ikut bantu motret. Acara langsung break buat sholat ashar.

Foto bareng sebelum break sholat ashar, dari HP teh Ani. yang lebih baik hasil dari kamera DSLR ada juga, tapi ga ada fotoku, karena aku yang motret. Nasib photographer selalu begitu.
Pemateri pertama adalah Prices Riri Restiani, menceritakan keberhasilannya di dunia bloging. Awalnya menggunakan blog sebagai buku harian online saja (sama dunk). Lalu mulai menggunakan blog dan media sosial miliknya untuk memasarkan kerajinan tangannya di blog. Strateginya berhasil sehingga kini dia tidak lagi mengerjakan kerajinan tangannya sendiri, tapi telah memiliki mitra usaha yang ikut membantu memproduksi, menjual reseller maupun dropship.

Keren juga, dari hasil bisnisnya dia bisa membiayai kuliah sarjana nya, membeli laptop, kamera eos M10, tanah, dan tabungan. wih ... jadi semangat dengernya. Point utamanya, untuk berhasil memasarkan produk, kita memiliki 2 pilihan. Pertama melakukan survey tentang produk apa yang akan laku dipasar. Pilihan kedua adalah mengikuti hobby dan ketertarikan kita.

Pemateri ke dua, sekaligus pemateri utama adalah teh Ani Berta. Beliau adalah salah satu blogger terkenal di Indonesia. Mengelola 5 blog dan menjadi ghost writer bagi blog tokoh masyarakat dan perusahaan komersial. Ketika kesibukannya di dunia blog semakin meningkat dan mendapatkan penghasilan, Teh Ani memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan fokus di blog. Boleh di bilang Teh Ani adalah Blogger profesional yang memiliki penghasilan dari blogger.

Ternyata blogger bukan hanya tempat eksis, tapi bener-bener bisa menghasilkan uang. Bukan cuma buat  jualan atau jika ada yang mau pasang iklan di blog kita. Tapi bisa juga dari sisi lain, seperti dapat job review,  ghost writer,  content writer, conten planer, dan masih banyak lagi.



wefie bareng teh Ani Berta dan Riri Restiani, pengisi materi

Ghost writer itu jangan diterjemahkan sebagai penulis hantu ya. Maksudnya adalah orang yang menulis untuk orang lain, atas nama orang lain. Biasanya karena orang yg menggunakan jasa ghost writer tersebut terlalu sibuk untuk menulis atau emang ga jago nulis. Kalau yang pernah ku alami waktu jadi ghost writer di blog kantor ku dulu, biasanya bos atau manager lain memberikan point-point pemikiran kepadaku, lalu aku mengembangkannya menjadi sebuah tulisan.  Kadang hasil chating di massangger dengan mereka kujadikan sebagai bahan tulisan. Tinggal poles sana-sini dan diberi bumbu-bumbu penyedap tulisan.

Entah mengapa aku lebih menarik pada sisi motivasi dan pencerahan tentang bloging. Dan memang workshop bukan materi teknis membuat blog atau penulisannya. Materi pembuatan blogging akan diselenggarakan di lain waktu oleh Komunitas Blogger Balikpapan.

Kalau dari skill, kemampuan menulisku ga payah-payah amat. Apalagi sempat ikut pelatihan menulis cerpen dari FLP Balikpapan.  Dan webside blog yang ku gunakan sangat user friendly.

Kalau dari invenstaris aku ada semua. Khusus jaringan internet bisa nebeng punya kantor 😉, alat perekam ada juga, kamera jangan ditanya lah, ada DSLR dan Mirrorless beserta beberapa lensa, smarthphone ada juga hanya saja tongsisnya udah rusak akibat keisenganku. Power bank ada, aplikasi editing video masih terbatas tapi bukan tidak ada. Aplikasi editing foto ada adobe LR & PS, luminar ada juga. Laptop aja sampai ada 2, notebok 32 bit dan  laptop 64 bit.

So ... I have all blogger need. Ga boleh ada alasan lagi Ras!!! Kata cece Merry Riana, alasan itu hanya milik orang yang lemah.

Materi workshop yang banyak yang penting untukku, termasuk materi bagaimana agar blog kita menarik dan memiliki viewer dalam jumlah besar. Caranya antara lain agar kita tetap konsisten, dan secara teratur mengupdate blog kita, ga harus tiap hari yang penting terjadwal. Jadi pengunjung ga kecewa ketika mendapati blog kita ga update. Materi yang semenarik mungkin meski kadang sebenarnya ga berfaedah apalagi bermutu. Toh ocehan beberapa bloger yang berisi kegalauan bisa merebut perhatian banyak orang. Tapi menurutku ya harus tau diri juga, kita ini baru berapa viewer sih? Tetap sebisa mungkin yang bermutu.

Baiklah untuk menaikkan viewer mari kita lebih aktif mempromosikannya di medsos kita sendiri. Bisa juga saat comment di blog orang lain. Mulai membangun interaksi dan jaringan di dunia nyata dan maya. Dan biar lebih manfaat, kita juga bisa mulai bersedekah tulisan untuk media online non profit atau lembaga-lembaga amal. Makin banyak bersedekah makin lancar rejeki, kata uztad yang ceramah di masjid.

Ide-ide ku yang udah lama menumpuk hingga berkarat dan berdebu pun seolah memanggil-manggil kembali untuk di pupuk dan siram agar tumbuh dan berkembang. Misalnya ku mau review buku-buku terbitan temanku (meskipun sampai sekarang belum ku baca, artinya aku harus baca dulu buku-buku yang bertumpuk, dibeli ga dibaca). Mereview model kit yang aku rakit, baik gundam maupun starwars. Review preset-preset Light Room dan ACR, hadeh ternyata banyak yang bisa kutulis di blog ku. Harus buka mata buka telinga agar lebih peka pada peluang, maklum cowok itu maghluk yang ga peka.

Seperti biasa kalau ada workshop aku suka nanya-nanya, siapa tau yang nanya dapat hadiah. Alhamdulilah bener, aku dapat flash disk. Barusan ku check ternyata kapasitasnya 4G. Lumayan lah, bisa buat mindah-mindahin file dari 2 laptop dan komputer kerjaku di kantor. Lagian bentuknya juga exclusif, jadi kemungkinan tertukar dengan flashdisk teman kecil.



Banyak quote-quote manarik yang ku peroleh seperti: "Jangan berinvestasi pada ide, melainkan pada eksekusi." dan "jangan pernah meremehkan kemampuan mu"

Acara selesai tepat ketika Azan Maghrib. Alhamdulillah ...., janjinya cuma dapat meal eh malah dapat menu buka yang lengkap Food Jazz Project. Terimakasih Food Jazz Project dan Indosat

yang dibungkus daun itu nasi gurih, over all enak banget

dalam waktu singkat ku sikat habis, maklum tadi malam ga saur :D

Acara singkat dan sederhana ini bagiku berfaedah banget. Ga kayak bukber biasa yang cuma ngumpul-ngumpul lalu berbuka bareng. Padahal sebelum romadhon udah bilang malas datang ke undangan bukber yang kebanyakan justru bikin sholat maghrib terlewat dan ga bisa ikut taraweh di masjid. Alhamdulillah bukber yang satu ini tetep bisa sholat tepat waktu dan faedahnya bisa jadi akan mengubah hidupku.

Hal yang terpenting adalah, di acara ini aku seolah  ditemukan kembali pada habitatku, bloging yang menggabungkan beberapa hobby utamaku: Menulis & membaca, Photography, dan Internet. Sorry kali ini foto-fotonya pake HP karena ga bawa DSLR / Mirrorless.

Tetap semangat, tetap luar biasa ... !!!


Thursday, May 17, 2018

hallo blogger ... long time not see you

Hallo blogger ....

lama sekali ga buka kamu ... ibarat rumah sudah penuh debu dan sarang laba-laba. Mungkin juga hantu .....

Sebelum Sosial Media menguasai dunia maya, blog adalah sarana paling tepat untuk curhat, menyampaikan ide, atau sekedar tulisan omong kosong. Bahkan aku pernah jadikan blog sebagai tempat latihan nulis. Seperti buku harian yang boleh dibuka-buka dan dibaca semua orang. Dan semua blog yang pernah ku buat semua berakhir dengan .... inkonsistensi, lebih tepatnya MALAS ha ha ha

Banyak persahabatan dan persaudaraan terbentuk melalui media ini. Sampai bikin gathering, pas ketemuan sudah seperti taman lama, padahal baru ketemu. Ada juga yang akhirnya jadi tau bahwa kepribadian teman kita di dunia nyata beda dengan di dunia maya, biasanya sih anak yang pendiam dan pemalu bisa ngocol di dunia maya. Yang keren, ada teman ku yang menemukan jodohnya di Blog.

Eh beneran, temanku cewek dari Indonesia lagi kuliah di Jepang, sering nulis banyak hal di blog, sekedar melepaskan unek-unek sampai dengan mengeluarkan ide atau gagasan (eh sinonim ya 2 kata itu?) lalu ada cowok Indonesia yang sedang kuliah di Belanda sering berkomentar, dan mereka pun saling berbalas komentar. Lalu teman cewek itu juga sering membaca dan mengomentari blog cowok itu, dan mereka pun berbalas-balasan komentar. Setuju pada satu hal, bertengkar pada hal lain, merajuk, persis seperti sebuah hubungan di dunia nyata, dan hei kemudian muncul kerinduan dan kecemburuan di sana. Lalu si cowok melamar ... jeng - jeng ......

Akhirnya mereka bertemu di dunia nyata untuk lamaran ..... lalu prewed. mengurus surat-surat pernikahan. Lalu kembali ke Jepang dan Belanda. Bertemu kembali ke Indonesia untuk menikah. Lalu balik lagi ke negara Jepang - Belanda. Setelah S2 mereka selesai, barulah mereka berkumpul, kuliah S3 di Jepang.

Well ... itu hanya salah satu cerita yang terjadi di dunia maya. Masih banyak lagi cerita serupa. Aku pun pernah jatuh cinta pada blogerwati. Hanya saja cinta ku bertepuk sebelah tangan ha ha ha. Kok malah ketawa? Iya, kalau dirasakan memang sedih, tapi lucu kalau dipikirkan.

Dan semua itu sekarang berpindah ke Sosial Media. Di tempat satu ini, orang lebih mudah dan bebas menulis apa saja, termasuk yang receh dan shitpost. Ehm, bahkan aku pernah nulis status "lagi ngupil" Alay ya ha ha ha. Di tambah lagi sekarang bisa "live" hingga aktivitas kita bisa dipantau banyak orang. Tapi yang terpenting adalah, di sosial media kita mudah sekali menemukan orang lain, baik yang kita kenal atau pun tidak. Pacaran di sosmed bukan hal yang aneh akhir-akhir ini. Bahkan ketemu mantan adalah cerita sehari-hari. Ga semua mantan terjadi akrena akhir yang buruk kan?

I just want to back to blogger, setidaknya disana tidak ada yang mengotori wall ku dengan kebencian dan hal-hal mengganggu lainnya.

Monday, March 6, 2017

Orang Ke Tiga

Dalam suatu hubungan, seringkali terdapat masalah dengan hadirnya orang ke tiga. Bahkan boleh dibilang sebagian besar orang yang curhat kepadaku tentang hubungan mereka selalu bercerita tentang masalah orang ke tiga. Saya setuju sekali dengan pict yg saya dapatkan secara tidak sengaja di internet:


 Kalimat ini sudah sangat viral sehingga saya tidak tahu sumber pertamanya.

Bagi saya kalimat tersebut sangat logis. Berbeda dengan meme, quotasi, artikel, atau apalah itu yang membahas orang ketiga, hampir semuanya menyalahkan orang ke tiga. Saya lebih setuju dengan kalimat diatas. Mari kita berfikir dari sudut pandang orang ke tiga agar segalanya lebih adil. Dan untuk lebih jelasnya anggaplah aku orang ketiga tersebut.

Ketika itu saya naksir cewek, aku ga tau kalo dia udah punya pacar. Cewek itu memberi peluang untuk aku masuk, yang ternyata dia memang butuh perhatian saya saat itu. Bahkan boleh dibilang dia bersikap manja kepadaku. Tapi begitu aku tau dia sudah punya pacar, dunia seakan terbelah di depan mataku. Aku memutuskan untuk menjauh dan secara gentle minta maaf ke cowoknya. Untunglah cowoknya mengerti, dan bahkan kemudian kami berteman. Anehnya cewek itu ga mau ketika aku menjauhinya, bahkan bilang sayang ke aku ... nah lho ....!

Aku curhatkan hal ini ke sahabatku. Katanya, "Kalau dia mau ninggalin cowoknya buat kamu, bisa saja nanti dia akan tinggalkan kamu untuk cowok lain."

Wih ... serem ... !!! Aku pun memutuskan untuk menjauh. Konsekuensi itu tidak akan bisa aku terima. Masih banyak kok cewek jomblo yang bisa ku jadikan target. Daripada kena karma, ya kan?

Dan akhirnya aku memang punya pacar lain, dan cewek yang tadi putus sama pacarnya karena orang ke tiga. Nasib yang sama pun terjadi padaku, aku kalah dalam tikungan tajam. Aku putus, cewekku jadian sama cowok yang udah pedekate sama dia sejak kami masih pacaran. Rasanya sakit, dan aku memutuskan untuk tidak mau menjadi orang ke tiga. Sampai akhirnya aku dapat kabar mereka menikah, punya anak, dan seolah hidup mereka sempurna.

Kenapa hidup berjalan tidak seperti yang kupikirkan sebelumnya? Aku baru tau bahwa beberapa teman juga menikah dengan pasangan hasil menikung, alias berawal dari orang ke tiga menjadi orang pertama. Ketika kutanya, kenapa dia nekat rebut pacar orang? Jawabannya bikin aku merasa jleb ....

"Kalau memang pantas untuk diperjuangkan, kenapa tidak? Siapa tahu dia jodohku, dan ternyata benar kan? Coba kalo aku ga berani merebut, cuma nunggu dia putus, mau berapa lama aku nunggu? Emang kamu mau jodohmu pacaran terus sama orang lain?"

Ku tanya lagi, apa dia tidak takut ada yang balas nikung? jawabnya,"Waktu itu aku bilang ke dia, bahwa aku akan menghentikan pencarianku untuk orang yang juga menghentikan pencariannya setelah bertemu denganku. Maka tidak akan ada orang ketiga, untuk alasan apapun, karena komitmen sudah kami pegang"

Moral dari cerita ini, 
1. Jika kamu sudah merasa bertemu dengan yang mau diajak serius, berkomitmenlah bersama. Jangan pernah beri kesempatan untuk kehadiran orang ketiga, baik tunggal maupun jamak.
2. Kalau kamu sudah merasa waktunya untuk serius, dan dia cukup pantas untuk kamu perjuangkan, GO HEAD ... !!! Tapi kalo cuma untuk main-main GO TO HELL ... !!!









Thursday, March 2, 2017

Ketemu Mantan ... ... mantan staff

Siang ini, sekalian berangkat ke masjid untuk jumatan, aku pergi ke kantor kurir anu buat mengirim paket ke Pekanbaru. Ga ada antrian, satpam yang membuka kan pintu langsung mengarahkan aku ke meja kosong.

Mbak yang di meja itu langsung menyapaku, "Selamat siang Mas Laras, apa kabar?"

"Alhamdulilah baik," jawabku. kupikir itu pertanyaan basa basi saja. paling dia baca namaku di alamat pengirim paket. Pasti nanti tanya isinya paketnya apa? dan pertanyaan-pertanyaan logis lainnya.

"Masih kerja di KPF ya?" tanya dia lagi.

Wait, kalo KPF nya dia bisa baca di alamat pengirim. Tapi kenapa dia tambahin kata "masih" Halah paling diatebak-tebak saja, lalu ku jawab datar "Iya aku kerja disitu."

Dan dia pun menanyakan hal yang tak terduga, "Sudah menikah pak?"

Waduh, ini sih bukan pertanyaan biasa. Apalagi bagiku ini pertanyaan sensitif. Pasti dia kenal aku, tapi siapa? Inilah derita seorang "Sanguin" yang gampang bergaul tapi sulit mengingat detail, termasuk orang-orang yang pernah saya kenal. Iya saya memang sering lupa dengan orang-orang yang pernah saya kenal. Kecuali yah yang cukup istimewa buat saya. Tapi saya pikir semua pasti orang begitu, dan saya termasuk yang level parah. Biasanya saya harus mengingat sebuah peristiwa baru bisa mengingat siapa dia.

"Kamu dulu di KPF ya?" tanya ku mulai mencari informasi.

"Iya, waktu itu mas Laras yang training. Bareng Bani, lupa ya pak?"jawabnya

"Oh sudah lama ya? Bentar saya lagi berusaha mengingat" jawabku

"Masih suka motret pak?" tanya dia lagi.

Lah kok yang ditanyain malah masalah pribadi terus? kujawab saja,"Masih, kapan aku bisa motret kamu?"

Langsung dijawab,"kan sudah ...."

Tiba-tiba saja aku ingat sebuah sesi pemotretan, dan aku pun mengenalinya,"Kamu Lia kan? Dulu kamu ga pake jilbab"

"Alhamdulillah Mas Laras ingat saya. Iya dulu saya belum pakai jilbab dan kurus ga seperti sekarang,"

Hampir saja aku mau bilang kalau dia tampak lebih cantik. Biar ga kurus tapi juga ga gemuk, pas saja. Namun saya ingat kalau dia sudah menikah, jadi ku simpan dalam hati saja. Sungguh, dengan make up tipis dan jilbab sederhana saja dia sudah terlihat cantik. Wajahnya memang sempurna, dengan hidung mancung mata belo dan tulang pipi yang tinggi dan pipi tirus. Jadi kelihatan seperti orang Arab. Tapi dia istri orang, tidak baik memuji dia dengan kalimat yang mengarah ke rayuan gombal. Aku tahu itu, dan tidak mau melanggarnya meski dengan alasan,"kan sekedar ngomong jujur tentang dia."

Dan selanjutnya dia baru tanya-tanya soal paketnya,"isinya apa? ada batrenya? Asuransi? Packing kayu?

Yah saya memang harus bisa lapang dada saat bertemu dengan teman lama, untuk menerima pertanyaan: Sudah menikah? Kok belum menikah? Kapan menikah?

Tetap semangat dan tetap LUAR BIASA ... !!!


Ketika Teman Hanya Datang Saat Perlunya Saja

Pagi-pagi dapat quote dari media sosial. Entah tadi siapa yang upload, dan siapa yang pertama upload. Isinya bagus, kira-kira seperti ini:

"Ketika positif mu tidak dapat dirusak oleh negatifitas lingkungan mu, maka kamu menang"

Banyak sekali negatifitas di lingkungan kita yang mampu membuat sifat positif kita luntur. Ibarat pepatah Arab: "Berteman dengan tukang arang ikut kena hitamnya, berteman dengan tukang parfum ikut kena wanginya" Apalagi buat teman-taman yang mudah terbawa atau hanyut. Yang punya prinsip dan pendirian pun lama-kelamaan akan terkikis.

Seperti yang saya tulis di di judul artikel hari ini. Di media sosial atau dikeseharian, sering kali kita membaca status atau mendengar keluhan seperti ini: "mereka hanya datang saat ada perlunya saja. Kalau ga ada ga mau datang. Giliran kita ada perlu mereka menghilang"

Bagi saya itu hanyalah suatu bentuk negatifitas. Coba kita pertahankan sisi positif kita, jika ada teman datang saat ada perlu, berarti kita adalah umat yang bermanfaat. Dan sebaik-baiknya umat adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. Nah berarti kita umat yang baik dong? Jadi layanai saja keperluannya, kalau tidak bisa ya terus terang saja, minta maaf.

Lalu bagai mana jika mereka tidak pernah datang saat ga ada perlu? Ah itu sama saja dengan pasien yang hanya datang ke dokter hanya saat sakit. Pernah ga sih ada pasien datang ke dokter langganannya saat sehat? Dok saya mampir ke sini hanya untuk silaturahmi, dok saya mampir karena kangen sama dokter, dok saya baru pulang dari luar negeri bawa oleh-oleh buat dokter., dok saya mau ngajak dokter ngopi ... pernah?

 Lalu bagaimana jika mereka tidak memberi balasan pada kebaikan kita? Jadi orang ga usah perhitungan lah. Allah itu Maha Adil, setiap perbuatan kita pasti akan ada balasannya. kalau ga di dunia ya pasti di akhirat sana nanti, bahkan di dunia dan akhirat akan dibalas baik buruk perbuatan kita. Ingat, hitung-hitungan Allah sangat sempurna.

Yang nyata saja deh, pernah ga kamu dibantu orang lain dan kamu ga bisa balas kebaikannya? Misalnya saat naik angkutan umum ternyata kamu ga bawa uang, trus ada orang yang ga kamu kenal membayarkan ongkos mu dengan tulus, tanpa modus biar bisa kenalan, minta nomor hp atau wa? Kalau saya sih pernah, dan saya sampai sekarang saya ga yakin, itu orang atau malaikat.

Pernah juga motor saya mogok di jalan ramai, setlah saya pinggirkan saya membuka jok dan ternyata bensin masih ada, mau periksa mesin tapi di motor itu tidak ada toolkit sama sekali. Terpaksa mendorong, tapi baru mendorong sebentar ada orang berhenti, dan memberi bantuan. Bahkan ketika saya hanya ingin meminjam toolkit nya, dia malah langsung turun tangan memeriksa motor saya dan memperbaikinya sampai nyala lagi. Habis itu dia langsung pamit pergi, tanpa minta imbalan, bahkan kenalan pun tidak. Itu orang atau malaikat sih?

Di situlah saya berfikir, kenapa mesti perhitungan? Kenapa mesti milih-milih teman mana yang pantas kita tolong dan tidak? Secara kita tidak pernah bisa memilih siapa yang akan menolong kita saat kita memerlukan bantuan secara mendadak.

Tetap semangat dan tetap luar biasa ....






Wednesday, March 1, 2017

Gundam Plastik

Namanya cowok, wajar lah kalau suka robot-robotan. Dari kecil suka robot dan ingin punya robot-robotan. Hanya saja harga robot-robotan itu mahal, dan orang tuaku ga bisa membelikannya untukku. Ngambek juga percumah, yang ada malah dimarahi dan kadang dapat hukuman pula. Dan kadang ibu ku bilang: nanti kalau sudah pinter cari uang sendiri kamu bisa beli semua mainan yang kamu mau.

Untuk para orang tua, dan yang mau jadi orang tua, jangan pernah katakan itu kepada anak-anak anda. Karena mereka bisa merekamnya di alam bawah sadarnya, dan melakukannya diluar kendalinya. Tidak bisa mengerti mengapa melakukan sesuatu di masa dewasanya tanpa bisa menghentikannya, Seperti kutukan sihir yang menjadi kenyataan di kemudian hari,

Jujur itulah yang terjadi padaku. Anehnya meski aku sudah tau sebabnya, namaun aku tetap tidak bisa menghapusnya dari program bawah sadarku. Mulai saat aku bisa mencari uang sendiri, sudah banyak mainan yang aku beli. Bahkan kadang hanya dibeli saja, tidak diapa-apakan, tidak juga dikoleksi. Berakhir dengan dihibahkan atau bahkan rusak sia-sia dan menjadi sampah.

Beberapa karakter figur yang sempat ku beli entah ada di mana. Mungkin tercecer saat pindahan. Untungnya barang kw yang relatif murah dibanding aslinya. Tapi tetap saja kalau disebut nilai uangnya ya cukup bikin nyesel kenapa bisa hilang.

Dan ketika aku berkenalan dengan Model Kit Gundam Plastik, sempurna sudah racun mainan itu meresap ke dalam tubuhku. Bayangin, model kit gundam pertama yang ku beli adalah "MG Sazabi ver.ka Bandai" cari saja di internet berapa harganya. Karana ga berani rakit, aku beli lagi "MG Gundam RX-78.2 Ver.Ka" untuk latihan. hasilnya ya ga karu-laruan. Waktu merakit Sazabi pun masih kacau. Nyesel juga kenapa nekat langsung rakit yang mahal. Alasan sebenarnya waktu itu memang lagi ada promo buy 1 get 1 free, jadinya beli yang mahal sekalian.

Selanjutnya racun itu begitu kuat menguasaiku. Satu persatu Gundam Plastik ku beli dan ku rakit. Kebanyakan MG dari seri Gundam Seed. Kemudain beralih ke HG seri Gundam G, Gundam IBO, dan entah apa lagi. Lalu entah gundam dari seri apa lagi, aku udah ga hafal. Total sudah lebih dari 30 gundam yang aku beli dan rakit. Entah lah apa yang terjadi padaku .... mau berhenti susah. Apalagi godaan dari seller begitu kuat ..... Nilai semua pengeluaran untuk beli Gundam ku mungkin sudah cukup buat beli motor pffft

mungkin benar kata orang, boys always boys


Jalan-jalan Naik Bus City Tour Balikpapan

Hari Sabtu pagi, 22 Februari 2020 menjadi hari yang istimewa buat Blogger Balikpapan. Soalnya hari ini kita diberi kesempatan untuk ...