Wednesday, February 22, 2017
Kutukan Kebohongan
1. Orang yang suka berbohong pada hakekatnya tidak hanya membohongi orang lain, tetapi juga dirinya sendiri dan menjebak dia untuk bersikap seperti kebohongannya.
2. Satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan-kebohongan yang lain. Bagaimana tidak? Setiap kali berbohong, kita akan berusaha menutupinya. Dan untuk menutupi kebohongan pertama kita akan berbohong lagi, dan begitu seterusnya.
3. Orang yang sering berbohong akan memiliki kebiasaan untuk berbohong, dan kebiasaaan akan menjadi karakter. Serem ya ... karakter pembohong!
4. Setiap kebohongan akan membawa beban bagi si pembohong. Kebohongan itu seperti barbel, semakin kita bertambah kebohongan kita itu ibarat menambahkan beban ke barbel. Hanya saja orang yang biasa berlatih barbel akan mampu mengangkat barbel lebih berat lagi. Orang yang biasa berbohong akan melakukannya dengan enteng seperti seorang yang biasa berlatih dengan barbel akan mengangkat barbel dengan enteng. Bahkan ada orang yang bisa berbohong tanpa diketahui oleh lie detektor.
mungkin akan saya tambahi daftar kutukannya jika menemukan kutukan yang lain. Tetap semangat dan selalu LUAR BIASA
Tuesday, February 21, 2017
Pohon Untuk Bersedih
Seperti yang sudah aku ceritakan di postingan sebelumnya, aku adalah anak ke 4 dari 4 bersaudara. Kami semua memiliki nama yang sama Laras, beda di last name saja. Untuk kakak ku yang pertama dan ke dua ada tambahan Luh di depan nama mereka sebagai anak perempuan. Mirip nama Bali ya? Kebetulan wajah mereka kata orang mirip orang bali. Tapi kami dari keluarga jawa tulen.
Selain nama, boleh dibilang kami tidak memiliki kemiripan sama sekali. Baik Fisik maupaun Sifat kami kecuali yah mungkin sifat keras kepala kami. Terutama waktu kami belum dewasa, masih anak-anak hingga remaja.
Dari ke 4 bersaudara itu, akulah yang paling berbeda. Mungkin karena aku paling kecil dengan selisih usia paling jauh. Tapi itu cukup untuk membully aku sebagai balasan saat mereka terganggu oleh ulah usilku. Paling sering aku dibully dengan dibilang "anak gagal KB" sampai "anak pungut"
Bully sebagai "anak pungut" itulah yang membuat aku sedih. Biasanya kalo udah gitu aku suka pergi. Dan salah satu tempat pelarianku adalah pohon kelengkeng besar di samping rumah. Pohonnya besar hingga aku bisa duduk di cabangnya dengan nyaman dan aman. Aku ga berani memanjat sampai tinggi. Cukup sampai di cabang yang bisa kududuki tanpa takut jatuh.
Pohon itu tumbuh diatas lerang sebuah lembah. Jadi meski aku hanya memanjat setinggi 3 meter, aku bisa melihat di kejauhan. Hamparan hijau daun selalu menenangkan hatiku. Agak jauh di sana ada pohon beringin raksasa menjulang diatas pohon-pohon lain. Bentuknya seram tidak seperti pohon beringin di perisai garuda. kata orang-orang tua, phon itu adalah itu sarang hantu dan dedemit. Tempat gendruwo dan kuntilanak berkeluarga, wewe gombel juga bersama mereka dan hantu-hantu lainnya, dan semua suka menculik anak kecil. Maka aku pun mengalihkan pandanganku ke sudut lain.
Jika langit sedang tidak berselimut awan, gunung Sumbing akan tampak berdiri anggun dikejauhan sana. Jika angin bertiup aku merasa bahagia sekali melihat dedaunan bergerak-gerak seperti gelombang air, suara gemerisik daun dan semilir anginnya membuat perasaanku lebih sejuk. Dan aku bisa duduk disitu lama sekali.
Di atas dahan itu, aku menghibur diri dengan berhayal didatangi keluarga penyihir, kadang juga peri. Mereka datang mengaku sebagai keluarga ku yang asli. Aku dititipkan ke keluarga ku yang sekarang karena keluarga ku yang asli sedang berperang dengan kaum mereka yang jahat. Peperangan sudah selesai, yang baik selalu mengalahkan yang jahat. Dan mereka datang untuk menjemputku kembali.
Kalau sudah berhayal begitu aku bisa semakin lama bertahan diatas pohon, sampai aku pernah tertidur. Dan aku baru turun setelah nenek atau ibu ku memanggil-manggil aku suruh turun. Kalau bapak ku sih ga perlu menyuruh, cukup memanggil aku saja aku langsung buru-buru turun. :D
Sebenarnya aku pingin banget punya rumah pohon seperti di cerita-cerita yang ku baca di majalah bobo. Tapi kami tidak memiliki sendiri pohon yang besar. Pohon yang kuceritakan tadi ada di pekarangan orang lain. Nenek ku pun tidak setuju kami dibuatkan rumah pohon. Nanti jatuh ....
Besar atau kecil, dijadikan rumah phon atau tidak, pohon akan selalu memberi manfaat bagi kita. Tanamlah pohon, jika tidak memiliki pekarangan atau kebun, setidaknya tanamlah pohon di pot. Niscaya anda akan merasakan manfaatnya.
Foto hanyalah ilustrasi yang ku ambil di hutan lindung sungai wain. Tetap semangat dan selalu LUAR BIASA
Anak Gagal KB
Ceritanya panjang, kenapa anak laki-laki bernama Laras ini merasa dirinya anak gagal KB. Beneran mau baca?
Aku lahir di Pasar Minggu Jakarta Selatan. Pasar Minggu itu nama tempat ya, bukan pasar yang buka hari minggu. Yah mungkin dulu di situ ada pasar yang hanya buka di hari minggu, semacam pasar malam mingguan gitu. Aku ga tau pasti. Lagian aku cuma numpang lahir di sana.
Iya beneran, cuma numpang lahir di sana. Kata saudara yang di Jakarta, keluarga ku pindah ke Magelang ketika aku masih orok (bayi kecil). Tapi kata nenek ku aku pindah habis imunisasi yang ada di kaki kananku. Lupa itu imunisasi cacar atau pholio gitu. Kata teman yang kerja sebagai medik, imunisasi jenis itu diberikan saat bayi usia 9 bulan. Jadi kalo ingatan nenekku benar, aku pindah magelang bukan sebagai bayi orok. Tapi satu hal yang pasti, aku lahir di Jakarta, ibu kota negara.
Kakak ku yang pertama 9,5 tahun lebih tua dari aku. Perempuan, diberi nama Laras. Dialah Laras pertama di keluargaku. 2 Tahun kemudian lahirlah anak kedua, perempuan juga, diberi nama Laras. Jadi ada 2 orang Laras perempuan di keluargaku.
Karena 2 orang anaknya perempuan, tentu orang tua ku meninginginkan anak laki-laki. kemudian keinginan tersebut dikabulkan dengan lahirnya anak laki-laki 2 tahun kemudian. Karena kedua orang kakaknya diberi Laras, maka biar pun cowok tetep diberi nama Laras. Kalo tidak namanya bisa beda sendiri, nanti dikira anak pungut :D
Sudah punya 2 anak perempuan, dan 1 laki-laki. Apakah masih ingin punya anak lagi? Dengan keterbatasan ekonomi pegawai negeri rendahan yang jujur, dan program asuransi kesehatan pegawai waktu itu hanya sampai pada anak ke 2, rasanya tidak mungkin ingin punya anak lagi.
Kenyataannya 5 tahun kemudian lahirlah aku, anak laki-laki yang juga diberi nama Laras. Jadi apalah penjelasannya selain bahwa aku ini anak gagal KB? Namun orang tuaku selalu bilang aku bukan anak gagal KB apa lagi anak pungut. Dan biasanya aku selalu dapat bonus pelukan.
Ga ada yang tercipta dan yang terjadi di dunia ini akibat kebetulan, termasuk kebetulan alat KB nya tidak berfungsi dengan baik. Semua sudah diatur atas kehendak Allah. Tetap semangat dan tetap LUAR BIASA
Bermasalah dengan Konsistensi
"KONSISTENSI"
kelihatan kan? blog ini saja hanya terisi 1 di thn 2014, 2 ditahun 2015, dan 1 di tahun 2016. Padahal begitu banyak orang yang bilang kalau dari gaya tulisanku di status fb yang panjang-panjang, saya ini punya bakat menulis,
Sebenarnya saya dan guru SD saya menyadari bakat ini sejak aku masih kelas 5. Tapi orang tua dan terutama kakak no 3 yang superior tidak suka dengan bakatku dan menganggap saya suka nulis yang ga jelas, ga penting, dan kalimat-kalimat negatif lainnya. Celakanya saya bisa susah tidur kalo apa yang ada dikelapa ku tidak ku tulis. Dan kalau ada yang terbangun melihat saya masih melek menulis, teguran langsung saya terima.
Celakanya saya punya masalah dengan pengejaan. Disleksia. Bagaimana mungkin seorang yang punya bakat menulis menderita disleksia? Bahkan saat bertutur saya juga sering salah, apasih namanya? Apasia mungkin. tolong buka kamus psikologi bagi yang punya dan koreksi saya. Terutama jika anda psikolog / psikater.
Puncaknya ketika kelas 3 smp, saya kena gampar guru bahasa Indonesia gara-gara "nulis ga jelas" saat jam pelajaran. Di suruh buat pantun, aku buat 3 pantun, selesai ketika yang lain belum berhasil dengan 1 pantun pun. Lalu aku mulai menulis, guru itu mendekat dipikir aku mengerjakan tugas dengan serius. Bagitu liat aku nulis hal lain, murka lah dia dan menggampar aku .... ga persis seperti itu sih kejadiannya
Intinya kadang justru orang-orang dekat kita lah yang mematikan bakat kita karena kecintaan mereka. Berharap ada bakat lain yang tumbuh seperti keinginan mereka. Masalahnya ga banyak orang yang punya stock bakat dalam dirinya. Kadang malah hanya punya stock satu bakat, itu pun ga diinginkan lingkungannya, kasian.
Lha terus apa hubungannya dengan judul "konsistensi" ?
Itulah, kan sudah saya bilang, kalo saya ini punya kelemahan di kosistensi. Jadi tulisanku ga konsisten.
Semoga tulisan saya ini tidak memperburuk hari mu .... Tetap semangat dan selalu LUAR BIASA ... !!!
Sunday, May 29, 2016
Kecanduan untuk menyibukkan diri
.
Sepertinya aku udah kecanduan untuk menyibukkan diri. Terutama untuk kegiatan yang sifatnya fisik. Untuk non fisik seperti membaca buku udah jauh berkurang dibanding waktu di Malang dulu. Bahkan banyak buku yang ku beli di Gramedia tetep masih ada di dalam segel plastiknya sampai berbulan-bulan, bahkan melewati tahun.
.
Sayangnya belum dapat kesibukan yang bisa menyehatkan fisik dan financialku. Secara fisik sih insya Allah bisa terjaga, tapi financial belum tertata.
Sunday, January 4, 2015
Makam Keramat Pulau Tukung
Friday, January 2, 2015
Kemampuan Mengatur Mimpi
Jalan-jalan Naik Bus City Tour Balikpapan
Hari Sabtu pagi, 22 Februari 2020 menjadi hari yang istimewa buat Blogger Balikpapan. Soalnya hari ini kita diberi kesempatan untuk ...
-
Ini tentang seorang teman laki-laki, dari keluarga Chines. Papa mamanya chines christian protestant. Setelah dia dan 2 orang adik pere...
-
Jujur ya, saya heran kenapa seruan itu sepi-sepi saja di Indonesia. Bahkan di beranda FB saya hampir ga ada hingar bingarnya. Tidak seperti ...
-
Seringkali, ketika kita memiliki kemampuan yang secara alami memiliki kemampuan tertentu sejak kecil, kita pasti mengira semua orang p...
