Thursday, November 14, 2019

Kerjaan Enak dan Banyak Duitnya, Tapi ditolak banyak orang: Marketing & Sales

Saat ini pengangguran di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, namun ada satu lowongan pekerjaan yang buka terus. Aneh ya kok tidak pernah penuh lowongan itu? Padahal pengangguran di Indonesia kan tinggi? Karena pekerjaan itu adalah MARKETING & SALES

Jangankan menerima pekerjaan itu, membayangkan saja sudah seperti mengalami alergi, atau seperti diingatkan pada pengalaman traumatik di masa lalu. Perut terasa mual-mual menunjukkan penolakan, bahkan ditawari kerjaan itu saja bisa sampai marah-marah.

Awalnya, saya yang introvert ini pun memiliki penolakan yang sama atas jenis pekerjaan ini. Mungkin orang-orang yang mengenal saya saat ini tertawa mendengar pengakuan saya bahwa saya ini introvert. Tapi jujur sesungguhnya saya ini adalah seorang introvert, pekerjaan saya lah yang membuat saya menjadi extrovert dan gen-gen sanguin saya bangkit.

Sebenarnya apa salah marketing & sales?

TIDAK ADA!!! Yang ada adalah image negatif dan salah pada dunia marketing & sales, yang identik pada sales door to door. Hayo mengaku saja, begitu dengar kata marketing & sales, yang terbayang adalah sales door to door yang mengetuk pintu ke pintu menawarkan barang. Mengaku rekanan BUMN atau apalah, bilang survey ujung-ujungnya jualan bahkan memaksa beli. 

Tidak heran ketika ditawari pekerjaan Marketing & sales, kebanyakan orang selalu menolak. Alasan verbalnya mungkin "tidak bisa jualan" atau "aku orangnya pemalu" atau "tidak punya kendaraan" dan lain-lain. Padahalbisa jadi alasan sebenarnya ada di dalam benaknya: Ngapain jadi marketing? Gengsi!

Bahkan teman-teman yang akhirnya bekerja sebagai marketing & sales pun banyak yang menyembunyikan pekerjaannya. Alasannya selalu sama: MALU. Kenapa? karena pekerjaan itu selalu menjadi sasaran bullying dari teman-teman yang lain. 

Padahal pekerjaan Marketing & Sales bukanlah pekerjaan yang memalukan, bahkan bisa tergolong yang membanggakan. Salah satu teman yang sekolah SMK jurusan marketing pernah cerita tentang gurunya. Katanya guru tersebut pernah menyemangati anak-anak didiknya dengan sebuah argumen,"Anak boga bisa memasak masakan enak, anak busana bisa mejahit baju bagus, anak TKJ bisa membangun jaringan komputer yang canggih, anak grafika bisa membuat grafis yang indah, anak mesin bisa merakit mesin yang kuat, sebutkan saja semua jurusan dan karya-karyanya. Semua akan menjadi sia-sia jika tidak ada yang bisa menjualnya. Dan siapa yang menjual? Marketing! Tanpa marketing yang handal usaha apa pun akan mati."

Indahnya Dunia Marketing and Sales
Beda Marketing dan Sales

Sebelum saya lanjutkan, saya ingin meluruskan terlebih dahulu salah kaprah tentang Marketing & Sales. Orang sering menganggap marketing itu ya sales. Padahal sebenarnya kedua kata ini bukan sebuah sinonim, mereka memiliki makna yang berbeda.

Sales atau menjual, lebih menitik beratkan pada penjualan. Penghasilannya berdasarkan presentase nilai penjualan mereka. Tak heran jika apa pun dilakukan sales agar dagangannya laku, sampai kadang mengaku rekanan BUMN yang datang untuk survey tapi ujung-ujungnya maksa beli barang jualannya. Ya kalau jualannya menggunakan aksi tipu-tipu mana bisa hasilnya berkah? Kalau jualannya berharga rendah mana bisa banyak komisinya?

Berbeda dengan sales otomotif, property atau aset-aset lain yang nilainya tinggi, tentu hasilnya tinggi pula. Saya tidak tau persis berapa persentase komisi penjualan properti. Info yang saya dapat untuk penjualan senilai 500 juta - 3 milyar seorang agen properti bisa menerima komisi 1,5%-2,5%. Jika seorang sales berhasil menjual unit properti senilai 500 juta, lalu anggap saja dia mendapat komisi 2% maka dia  mendapat 10 Juta! kalau dia bisa menjual 5 unit dalam sebulan? Kalikan saja dengan 5 menjadi 50 juta! Fantastis bukan? Tentu saja cara penjualan barang-barang dengan nominal besar tidak bisa dengan cara sales, harus dengan pendekatan marketing.Mengapa? Kerna kebanyakan orang tidak akan mengambil keputusan sesaat untuk membeli sesuatu yang nilainya besar, apalagi sampai ratusan juta hingga milyar.

Apa itu marketing? Marketing adalah suatu kegiatan yang membuat seseorang yang tadinya tidak mau menjadi mau. Dan ini tidak melulu tentang penjualan. Misalnya timses pilkada, tugasnya adalah membuat warga mau memilih calon yang mereka dukung, artinya ini juga marketing. Seorang relawan yang mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan sungai, itu juga marketing yang membuat warga yang awalnya tidak peduli dengan kebersihan sungai jadi mau menjaga kebersihan sungai.

Pada dasarnya kita semua terlahir dari marketing, karena dari bayi kita sudah melakukan upaya agar orang lain mau mengerjakan sesuatu untuk kita. Seorang bayi menangis agar diteteki ibunya. Seorang anak kecil bisa menangis keras-keras agar orang tuanya mau membelikan mainan yang dia inginkan. Seorang remaja putri pasang status "Panas-panas begini enaknya makan sop buah" adalah upaya marketing agar ada pemuda yang membelikan dia sop buah.

Tanpa kemampuan marketing, sungguh sengsara hidup kita, karena kita tidak bisa mengoptimalkan segala sesuatu yang ada disekitar kita untuk mencapai tujuan kita. Dan orang yang sukses didunia ini adalah orang-orang yang memiliki kemampuan marketing. Karena dengan kemampuan marketingnya, orang-orang akan membantu dia mencapai tujuannya.

Marketing & Sales sejati akan sangat bangga dengan pekerjaannya. Mereka biasa menyebut dirinya Marketer atau Sales People.

Penghasilan Marekting & Sales Yang Tak Terbatas

Marketing sales memiliki penghasilan yang tidak ada batasnya. Berapa pun yang dia jual, dihitung komisi yang dia terima. idak seperti pekerjaan yang sifatnya adnimistrasi atau teknisi, hasilnya hanya sebatas gaji pokok dan lembur yang tidak banyak. Itu kalau bisa jualan, kalau tidak? Yang berlatih dan belajar dong! eh, maaf jawaban itu yang selalu saya sampaikan agar teman-teman saya mau berusaha berkembang, tidak hanya berkutat pada ketrampilannya. Ingat: manusia berusaha Tuhan yang menentukan.

Ada 2 kondisi penghasilan marketing dan sales. Yang pertama ada gaji pokok, namun umumnya kecil. Jadi kalau tidak ada penjualan atau closing bulan itu masih bisa terima gaji,tapi umumnya hanya bersifat uang makan / transport / kehadiran. Jika dalam batas tertentu (misalnya 3 bulan) tidak mencapai target atau bahkan tidak ada penjualan sama sekali, maka akan mendapat pemutusan hubungan kerja, karena anda hanya akan menjadi benalu di perusahaan itu.

Yang kedua adalah no target no pay.Artinya anda hanya dibayar sesuai dengan hasil kerja anda. Tidak ada hasil ya tidak dibayar. Tapi biasanya komisi yang dihasilkan perusahaan ini sangat besar. Misalnya pada perusahaan Pialang Berjangka.Seorang Markting Pialang Berjangka, jika tidak memiliki nasabah ya tidak komisian.

Jadi kalau tiap bulan tidak closing tidak bisa gajian tiap bulan?

Tidak seperti itu, karena type Marketing di perusahaan Pialang berbeda dengan marketing pada umumnya. Marketing Pialang berjangka bukan sales. Mereka tidak menjual apa pun, melainkan menawarkan "alat transaksi" yang menghubungkan nasabah dengan bursa tempat terjadinya jual dan beli. Komisi yang didapatkan bukan dihitung atas seberapa closing yang dihasilkan oleh seorang marketing, melainkan berapa lot (unit) transaksi yang dilakukan nasabahnya.

Misalnya ketika seorang Marketing berhasil mengajak seorang nasabah bergabung dengan mendepositkan modal sebesar 500 juta, komisi marketing tidak dihitung degan persentase dari 500 juta tersebut, melainkan berapa banyak transaksi yang dilakukan nasabah dengan deposit sebesar itu. Misalnya saya estimasikan nasabah tersebut bertransaksi 300 unit lot, maka yang dihitung adalah 300 unit lot tersebut dikalikan komisi 1 unit lot. Komisi per unit lot nya berbeda tergantung jumlah unit lot yang ditransaksikan nasabah, semakin banyak unit lot nya semakin besar nilai komisi pengkali nya. Jumlahnya berbeda-beda untuk setiap pialang. Misalnya Marketing tersebut mendapat komisi sebesar 200 ribu setiap lot dikali 300 lot  hasilnya 60 juta rupiah, belum ditambah allowance dan bounty yang dia terima. Besar bukan? Tidak usah bingung menghitung pajaknya, sudah dipotong langsung dan ditransfer sesuai NPWP anda.

Beda gaya hidup Marketing Sales

Gaya hidup marketing dan sales berbeda dengan kaum pekerja pada umumnya. Kamu pekerja akan menyesuaikan pengeluaran dengan penghasilan mereka, kalau harus membeli barang yang harganya di luar jangkauan gaji mereka, ya terpaksa kredit sehingga harus membayar lebih tinggi.

Yulia, Marketing PT Kontakperkasa Futures Balikpapan dengan motor barunya yang dibeli tunai.
Sebaliknya para marketing & sales akan berusaha menyesuaikan penghasilan mereka agar dapat menutup pengeluaran bukan hanya untuk hidup mereka, tetapi gaya hidup mereka. Jangan heran jika mereka terbiasa menggunakan gadget flagship dan menikmati hidup di tempat-tempat mahal, karena mereka bisa menyiapkan uang untuk itu.


Jika marketer dan sales people menginginkan sesuatu yang mahal, mereka akan membuat rencana. Berapa jumlah komisi yang ia perlukan untuk membelinya? Bagai mana caranya untuk mencapainya? Lalu mereka akan eksekusi rencana tersebut tanpa takut gagal, bagi mereka berusaha dan gagal itu lebih baik daripada sekedar mengikuti arus terbawa ke arah yang tidak mereka inginkan. Gagal ya usaha lagi, gitu saja kok repot.

Teringat saya pada sebuah kejadian yang saya temui ketika saya menikmati me time di sebuah mall. Saat itu sedang ada restoran jepang yang baru di buka. Di depan tempat saya duduk bertemulah 2 orang yang sepertinya sudah lama kenal. Dan basa-basinya adalah:

orang I     : "Kerja di mana kamu sekarang?"
orang II    : "Di PT. ....., jadi marketing"
Orang I    : "Kasiannya kamu jadi marketing, ada gaji pokoknya tidak?"
Orang II   : "Tidak ada. Aku cuma mengandalkan komisi dan bonus"
Orang I    : "Kok mau sih kamu kerja tidak ada gajinya. Mendingan kayak aku ini, jadi admin, sudah        pasti tiap bulan dapat UMK. Tidak pusing dikejar target"
Orang II   :   "Jadi kamu udah ada gaji pokok ya? Kebetulan nih, aku mau ke restoran jepang baru              disini, kita makan di sana yuk, makan ramen atau apa gitu."
Orang I    :   "Kamu mau traktir kah?"
Orang II   :  " Bayar sendiri-sendiri lah, kamu kan punya gaji pokok"
Orang I    : "Ogah, biar lagi promo opening mahal tau. Kalau makan disana nanti aku makan mie                  instan sampai gajian!"
Orang II   : "Makanya jadi marketing, biar bisa sering makan ramen mahal, bukan mie instan terus!"

Saya hampir tertawa mendengar itu, jadi saya putuskan menjauh takut ketauan kalau sedang mencuri dengar. Entah apa yang terjadi dengan mereka berdua setelah itu. Mungkin akan ada drama di medsos mereka, dan berakhir dengan unfriend.

Bisa jadi anda akan menganggap si Marketing itu sombong, tapi menurut saya si admin lah yang sombong dan meremehkan pekerjaan marketing. Padahal si marketing menikmati pekerjaannya dan penghasilannya melebihi si admin.

Jessy, Sales Executive Hotel Platinum Balikpapan

Gaya hidup marketing itu indah, penghasilan yang tak terbatas, tempat dan jam kerja yang flexible. Berbeda dengan para pekerja umumnya yang hanya berharap gaji pokok dan lemburan, dan kalau bossnya baik ada bonus jika perusahaannya meraih laba yang tinggi. Jam kerja pegawai pada umumnya juga sudah ditentukan, masuk jam berapa sampai jam berapa, shift nya bagaimana.

Lingkungan kerja para pekerja pun umumnya terbatas dengan segala konsekuensi dan risiko di dalamnya. Seperti  buruh bekerja di pabrik yang berisik penuh debu dan terpapar bahan kimia, atau admin yang bekerja di ruang sempti kubikon nya, teknisi di workshop dengan perlengkapan alat pelindung diri nya untuk keselamatan. Tapi para marketing bekerja bebas di mana saja. Bisa di mall, cafe, taman, dan di mana saja mereka bisa bertemu client mereka. Sambil ngopi yang bukan kopi sasetan, sambil minum teh yang bukan teh celup, makan ramen  bukan mie instan.

Masih mau Bullying Marketing?






Saturday, November 2, 2019

Perayaan Hari Bloger Nasional 2019 di Rooftop Balikpapan Hotel Platinum

Tau tidak kalau tanggal 27 Oktober adalah hari bloger nasional? Tahun ini sudah yang ke 12 lho! Jadi hari bloger nasional ini pertama kali dirayakan pada tahun 2007, memang tahun 2000an sedang ngetop-ngetopnya Blog, saat itu belum ada Sosial Media. Baru di pertengahan 2000an muncul  Friendster (aku lupa tahunnya). Tapi social media ini tidak mensupport blog seperti “catatan” di Facebook, dan tidak ada cuitan-cuitan yang seleluasa tweeter. Jadi ya kurang ngetop. Dan para tukang “ngoceh” dan curhat mencurahkan isi otak dan hatinya ke media online saat itu yaitu Blog.

Pada masa itu memang sedang terjadi perubahan dalam konsep privasi. Dulu orang lebih suka menyimpan keluh kesahnya, harapan-harapannya, perasaan-perasaannya, dan apa pun yang ada dalam pikirannya. Beberapa orang menuliskannya dalam buku harian, yang dia simpan rapat-rapat, bahkan dikunci agar orang lain tidak bisa membacanya. Bisa malu atau marah besar jika ada orang lain yang membaca buku hariannya. Lalu tiba-tiba orang lebih suka mengumumkannya ke dunia, melalui blog, dan sekarang banyak beralih social media.

Tahun-tahun itu aku juga punya Blog, tapi ya itu … terlupakan …… Demikian juga blog-blog ku berikutnya, banyak yang terlupakan atau minimal sering ditinggal pergi seperti yang ini. Iya yang ini. Makanya aku agak malu-malu waktu diajak masuk group WA Blogger Balikpapan, apalagi diajak gathering. Merasa tidak layak gitu.

Makanya waktu di group ada pembicaraan gathering untuk merayakan hari bloger nasional, aku tidak terlalu menyimak. Tapi begitu Mas Bambang kasih clue kalau lokasi gatering ada di rooftop … cerita jadi lain. Langsung menyimak terus perkembangannya. Dan begitu tau yang dimaksud rooftop itu ada di Hotel Platinum, Fix aku ikut. Berharap dapat sun set yang indah dari tempat paling tinggi di ujung kota Balikpapan.

Singkat cerita hari minggu jam 1 siang aku mulai siap-siap. Sempat kesal karena ternyata gimbal stabilizer ku tidak ada, mungkin ku tinggal di kantor. Tapi ga papa lah, ada hp yang kameranya sudah ada stabilizernya. Batre HP, Kamera, dan Power Bank sudah terisi semua, saatnya pesan ojol untuk ke lokasi tujuan.

Sampai di tujuan ternyata sudah banyak anggotayang datang, kebanyakan emak-emak. Mereka sibuk betul bikin foto dan video untuk insta story dan mungkin juga untuk vlog. Aku lebih memilih duduk menunggu bersama Rani, bloger yang suka bawa boneka kucing ke mana-mana.

Penyambutan dari pihak hotel sangat ramah dan bersahabat, kami segera diarahkan menuju ke lantai 11, level tertinggi di Hotel ini, di president sweet. Beneran President lho, karena saat President Jokowi ke Balikpapan, beliau menginap di sana. Kami tidak langsung ke Roof top, masih terlalu panas.


Keren kan pemandangannya? Ini ceritanya tukang foto minta di foto

Salah satu kamar di sana dicustom menjadi ruang mushola tempat kami sholat ashar dan maghrib nantinya. Usai sholat Ashar Acara pertama dimulai dengan Hotel Tour. Cerita tentang hotelnya nanti aja ya, di blog berikutnya. Aku mau cerita acara Hari Bloger Nasional dulu. Tapi kalua sudah tidak sabar kalian bisa kunjungi ke situsnya di http://www.platinumhotelindonesia.com/

Selesai Hotel Tour kami kembali ke lantai 11. Ternyata tamu Undangan sudah hadir, beliau adalah ibu ketua Dekranasda Kota Balikpapan ibu Arita Rizal Effendy. Dari Namanya tau kan kalua beliau adalah istri dari Bapak Rizal Effendi walikota Balikpapan. Ada juga bapak Sutadi Sanyoto Kepala Diskominfo Kota Balikpapan.

Acara di mulai setelah sholat maghrib, saat rooftop sudah cukup nyaman dan pemandangan indah sekali. Memang sih tidak ada sunset yang indah apalagi senja memerah yang kami harapkan, tapi cuaca yang cerah tetap memberikan keindahan tersendiri. Keindahan yang membuat insting photographer ku terusik untuk memanfaatkan teman Bloger ku sebagai model dadakan.

Mbak Olivwijaya, Beauty Blogger Balikpapan yang kujadikan model di Rooftop Balikpapan


Lalu acara pun di mulai. Tidak perlu aku tulis urutannya ya, yang jelas ada sambutan dari Mas Bambang selaku ketua Blogger Balikpapan. Lalu sambutan dari tuan rumah dalam hal ini diwakili oleh Asisten Director of sales Platinum Balikpapan Hotel selaku tuan rumah.

Ibu Arita Rizal Effendy dalam sambutannya menyampaikan banyak hal tentang industry kreatif di Balikpapan. Beliau sangat menyayangkan di kancah International Kota Balikpapan tidak cukup dikenal sehingga kerajinan yang beliau promosikan sering kali disebut sebagai “Borneo” bukan “Balikpapan” padahal Balikpapan pernah menjadi kota yang paling dicintai di dunia dan sekarang menjadi salah satu kota yang paling layak huni.

Bapak Sunyoto selaku Kepala Diskominfo juga menyampaikan banyak hal tentang industry kreatif berbasis informasi di Balikpapan. Termasuk harapan-harapan atas Blogger Balikpapan. Ternyata banyak keunggulan dan keunikan yang belum di eksplor dan dimunculkan ke dunia maya.

Dan sampailah pada acara utamanya yaitu Foto bareng  Setidaknya itu acara utama menurut MC nya, tapi bagi kita ada acara utama lain: Diner. Enak lho makanannya, apa lagi itu kan gratisan. 😉 Pingin kapan-kapan kesana lagi buat makan dan foto-foto.

Anggota Blogger Balikpapan foto bersama dengan Tamu Undangan


Saat makan malam pun kami masih asyik sharing tentang dunia informasi terutama bloger. Bagaimana bloger bisa menpromosikan potensi Balikpapan, dan membangun brand dari kota Balikpapan. Seperti Jogja yang bisa membranding dirinya dengan “Istimewa” seharusnya Balikpapan juga bisa.

Dan acara pun ditutup dengan pembagian doorprice dan teknikal meeting lomba Instagram dan blog. Maunya sih berlama-lama sedikit di situ, soalnya tempatnya indah banget, dan romantic. Tapi apa artinya tempat yang romantic bagi jomblo akud macam aku … eh kok curhat….

nih cakep kan Rooftop Balikpapan?


Bagi yang ingin gabung atau sekedar ingin tau kegiatan blogger Balikpapan, silahkan kunjungi http://www.bblogger.web.id/ Bagi Bloger Balikpapan yang belum gabung, gabung yuk! Biar tidak ketinggalan acara-acaranya, pelatihan-pelatihannya dan kegiatan-kegiatan seru lainnya. Sampai ketemu di sana !!!
 

Friday, May 24, 2019

Youtuber For Dummies (resensi buku)

Sebenarnya buku ini sudah lama, yang ku dapat ini saja sudah cetakan ke-3. Dulu sering lihat kalau ke Gramedia, tapi tidak ku beli. Alasannya karena saya merasa tidak tertarik jadi youtuber, tidak bisa ini, tidak bisa itu, tidak punya ini, tidak punya itu, ya begitu lah ....

Sebenarnya saya sudah punya chanel di you tube, tapi ya tidak pernah serius. Iseng-iseng saja. Menyimpan dokumentasi video yang ku buat. Lumayan kalau ngendap di Hardisk cepet penuh, dan tidak ada yang melihat, termasuk orang-orang yang ada di video ku juga tidak liat. Kalau di unggah di youtube kan disimpannya di sana, dan tinggal ku sharing ke orang-orang yang ada di video.

Kemudian saya bertemu teman yang sifatnya memang "kompor gas" mengajak saya untuk aktifkan lagi chanelku. Agak ragu sih, karena ku pikir nanti nasibnya seperti blog ku juga. Jadi berdebu dan penuh sarang laba-laba karena sering ditinggal, tidak pernah diutak-utik apalagi diisi. Tapi saya terlanjur masuk ke group wa vloger Indonesia. Sebagian besar membernya masih pemula sih, tapi ya namanya juga belajar bersama. Lalu aku pun ingat buku ini dan pergi ke Gramedia untuk membelinya.



Dedy Corbuzer menulis ini dengan gaya tutur, dan gambar sehingga lebih mirip buku komik daripada tutorial. Gaya tulisan Dedy membuat buku ini memiliki story telling tersendiri. Membacanya seolah saya sedang mendengar Dedy Corbuzer. Cerita awal muawal Youtube yang berkantor di garasi sewaan hingga menjadi besar dan akhirnya dibeli oleh Google. Entah mengapa banyak perusahaan terkenal (termasuk apple) di mulai di garasi sewaan. Apa iya saya harus menyewa garasi juga agar berhasil?

Gaya story telling membuat buku ini begitu lugas dan sederhana. Jadi cocok saja dengan judulnya: Youtuber for dummies, Youtuber untuk orang bodoh. Bahasanya begitu sederhana, ringan dan renyah seperti obrolan. Jadi "orang bodoh" pun akan paham membacanya. Dan saya adalah "orang bodoh" di bidang videography dan youtube.

Jangan harap anda akan mendapat petunjuk-petunjuk teknis tentang membuat chanel di youtube dan memperoleh penghasilan di sana. Ini lebih banyak berisi tentang apa dan bagai mana youtube, istilah-istilah dalam youtube, dan yang paling penting bagi ku adalah: alogaritma you tube.

Di buku ini, Dedy Corbuzer menjelaskan jenis-jenis chanel yang ada di Youtube, bahkan rekam jejak siapa yang memulai atau apa yang memicu trend. Termasuk tentang vlog atau video blog yang menurutnya terpicu oleh film avatar, di mana tokoh utamanya setiap hari merekam laporannya dalam bentuk video.

Lama sebelum youtube terkenal, tepatnya setelah nonton film avatar, saya sudah mulai merekam diri saya sendiri. Meniru tokoh utama avatar yang setiap hari merekam laporannya. Tapi karena hanya untuk dilihat sendiri ya akhirnya bosen juga. Tokoh di avatar pun pada akhirnya mulai jarang membuat vlog nya. Jadi saya setuju kalau film itu sangat influence.

Dedy juga ngomporin kita untuk menjadi youtuber. Mematahkan mental block yang ada dalam diri setiap calon youtuber. Saya tidak punya alat yang bagus, saya tidak bisa mengedit video, saya tidak cukup ganteng / cantik untuk tampil di youtube, suara saya jelek, dll.

Tapi ini tidak seperti motivator yang cuma ngomporin ya, Dedy Corbuzer juga mengarahkan apa yang harus kita lakukan dan apa yang sebaiknya di beli. Ada juga contoh-contoh you tuber yang sudah berhasil sebagai bahan belajar.

Motivasi ini berhasil kepada saya, benar-benar influence. Sampai-sampai saya menggunakan THR saya untuk membeli perlengkapan vlog, yaitu mike agar rekaman suara saya lebih jernih gimbal stabilizer untuk hp saya (meskipun hp saya sudah ada internal stabilizer nya) harapannya video saya nanti lebih bagus lagi hasilnya.

Dedy Corbuzer memang menyampaikan alat-alat yang sebaiknya dimiliki oleh youtuber, terutama vloger. Termasuk pertimbangan budget yang dimiliki. Misalnya HP sudah cukup untuk membuat video, jika ada budget lebih beli kamera saku, lebih lagi DSLR atau Mirrorless. Tapi Dedy juga menyampaikan pendapat, jika punya uang 5 juta lebih baik beli HP daripada DSLR karena HP dengan harga 5 juta memiliki kamera yang lebih baik dari DSLR diharga yang sama. Kenyataannya memang begitu sih, tapi tidak semua orang tau kan?

Bagi yang ingin tau tetang youtube, dan yang punya keinginan jadi youtuber, buku ini cocok selai. Baik anda itu dummies atau smart karena meskipun bahasa yang digunakan sederhana, namun pengkajiannya cukup dalam. Dan meskipun dituis 16+ tapi saya pikir aman saja buat dibaca anak-anak.

Jadi apa anda ingin jadi youtuber?

Thursday, May 16, 2019

Saya dan Dyslexia

Pernah denger dyslexia? Itu lho suatu kondisi di mana seseorang mengalami learning disorder. Kalau menurut Wikipedia dyslexia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau di atas rata-rata. (mungkin yang dimaksud adalah kecerdasannya).


Inilah Kisah Ku

Saya berasal dari sebuah keluarga sederhana di sebuah desa di Kabupaten Magelang. Sebenarnya kami adalah keluarga pindahan dari Jakarta. Boleh dibilang saya hanya sempat numpang lahir di Jakarta, karena waktu pindah ke Magelang saya masih bayi orok. Meskipun keluarga kami sederhana, namun kecerdasan anak-anaknya "tidak sederhana" Kata kelapa sekolah SD ku,"Anak-anaknya pak Edi (nama ayah) itu pinter-pinter, tapi yang terakhir beda. Diajari baca tulis sulit betul."

Siapa anak terakhir itu? Tak lain dan tak bukan adalah diriku sendiri. Saya mendengar kata-kata itu dari cerita kakak pertama yang tidak sengaja bertemu dengan mantan kepala sekolah SD saya. Tersinggung? Tidak, saya malah ketawa nyaris guling-guling, teringat kekonyolan-kekonyolan yang saya lakukan saat belajar membaca dan menulis.

Persis seperti yang dijelaskan Wikipedia, usia 7-8 tahun adalah saat saya masuk SD kelas 1 - 2. Nah kepala sekolah ku juga merangkap sebagai wali kelas 1 ku. Dan aku masih ingat betul guru kelas 2 ku pun mengatakan hal yang sama ke ibu saya,"Anak ragil mu susah betul diajari. Tidak seperti kakak-kakaknya."

Saat itu informasi masih sulit didapatkan, belum ada internet, telpon pun masih analog dan hanya dimiliki orang-orang tertentu. Ilmu psicology juga belum berkembang seperti sekarang. Tak ada yang tau tentang dyslexia, apa lagi menyadari disorder (gangguan) yang saya alami. Saya sendiri baru paham setelah dewasa dan mendapat info tentang dyslexia.

 Kesulitan Belajar Menulis dan Membaca

Ketika kecil saya sulit menghafal dan menuliskan huruf dan angka. Untuk menulis beberapa huruf dan angka, saya menulis dengan cara yang berbeda dengan yang lain. Misalnya angka 2 dianalogikan dengan bentuk angsa, dan saya menulis angka 5 dengan cara seperti menulis S, alih-alih membuat lengkung di bawah lalu mencoret diatasnya. Paling lucu, adalah cara saya menulis huruf a yaitu dengan analogi angsa hamil. Lah angsa kan bertelur bukan hamil? Iya betul, maksudnya saya menulis huruf a dengan membuat angsa (angka 2) lalu menambahkan perut bucit seperti orang hamil. Lucu kan?

Untuk menghafal milimeter hingga kilometer, saya harus menuliskannya dalam gambar anak tangga sebanyak 25 kali. Itu pun karena saya dihukum guru kelas karena saya tidak juga hafal urutannya. Dan ternyata cara itu sukses membuat saya hafal.

Cara ku memegang pencil pun berbeda. Aku kesulitan  meletakkan dengan tepat pencil diantara jari telunjuk dan ibu jari. Lalu aku menemukan cara baru, menjepitnya diantara jari telunjuk dan jari tengah. Tapi ya tidak boleh ketauan guru atau orang tua ku, bisa kena cubit! Sekarang sih saya sudah bisa menulis dengan pena diantara jari telunjuk dan ibu jari.

Saya menulis dengan lambat dan jelek. Semakin saya disuruh menulis cepat, semakin jelek tulisan saya. Kalau nulisnya lambat? Ya tetep jelek juga sih.

Ketika saya sudah bisa menuliskan huruf dan angka, saya pun kesulitan merangkainya menjadi kata. Saya bingung ketika belajar menulis angka sebelas itu apa iya angka 1 dijejer jadi 11? Dan sampai sekarang untuk menulis "Sabtu" saya harus melihat ke kalender untuk memastikan ejaannya beneran pakai B atau P. Saya juga menulis kata "murid" dengan "murit" huruf D diganti T. Bahkan sampai kuliah saya baru  menulis kata "akhir" dengan benar, sebelumnya saya menulisnya dengan "ahir"

Sampai sekarang saya sering salah mengeja, menulis "jadi" keliru "jagi" Banyak teman yang sering bingung dengan tulisan WA saya. Lha nulis SAMBIL tertulis SAMBAL. Sampai banyak yang bilang "typo mu parah" Ini bukan typo, ini dyslexia. Kalau typo itu salah tekan huruf yang berdekatan. Tapi ini diantara huruf D dan G ada huruf F kenapa salah tekan? Huruf A dan I malah jauh sekali, satu di jari kelingking tangan kiri satu di jari tengah tangan kanan.

Terkadang susunan huruf-huruf yang kurang dari kata, "berdekatan" jadi "berekatan" bisa juga huruf huruf yang berantakan, misalnya 'meratapi" menjadi "mareatpi" atau juga kebanyakan seperti "bersama" menjadi "berasama" semua itu terjadi begitu saja tanpa saya sadari. Sebagian dari masalah dyslexia ku masih terbawa hingga dewasa.

Tetangga ku juga cerita, dulu saya suka menuliskan nama saya di mana-mana dengan kapur tulis. Dari tembok. tiang-tiang dijalan, dan batang-batang pohon. Tapi nulisnya mirroring (terbalik seperti melihat di cermin), dari kanan ke kiri. Sebaliknya saya pernah menulis tulisan arab dari kiri ke kanan. Kacau kan?

Terkadang inilah yang terlihat di mata saya
Saat membaca pun saya sering "siwer" atau salah baca. Bukan karena saya tidak bisa mengeja, tapi karena terkadang huruf-huruf itu seperti bergerak-gerak sendiri. Dan aku harus menangkap dan merangkai buruf-huruf itu agar bisa dibaca.

Tolong dipahami, hanya karena anak dyslexia sulit belajar, bukan berarti mereka bodoh. Buktinya, Thomas Alva Edison dan Stive Jobs juga penyandang dyslexia. Artis Tom Cruise dan Dedy Corbuzer pun dyslexia. Bahkan saya pernah baca di salah satu artikel tentang dyslexia (maaf saya lupa mencatat sumbernya), 1 dari 3 pengusaha sukses di Amerika adalah penyandang dyslexia.

Kesulitan Pada Ingatan Jangka Pendek

Jika saya berkenalan dalam teman-teman baru dalam jumlah banyak (misalnya ketika masuk sekolah baru atau mengikuti training bersama orang-orang yang belum saya kenal), saya akan kesulitan mengingat nama-nama mereka. Bahkan jika saya berkenalan dengan 2 orang bersamaan, namanya bisa tertukar, misalnya antara Anwar dan Sholeh, saya bisa menyebut Anwar dengan nama Sholeh dan menyebut Sholeh dengan nama Anwar.

Bagaimana jika hanya berkenalan dengan 1 orang? Saya tetap akan kesulitan mengingat namanya keculi jika ada sesuatu yang sangat istimewa. Misalnya Nita yang punya lesung pipi di kiri tapi tidak ada di kanan. Demikian juga dengan hal-hal lain, misalnya jika saya meletakkan handphone tidak di tempat biasanya, sudah dapat dipastikan saya pasti akan kesulitan mencarinya. Tapi saya tidak seperti Dori temannya Nemo ya!

Sering kali saya bertemu orang yang langsung bersikap akrap tanpa saya tau dia itu siapa? Biasanya saya pun akan menunjukkan sikap akrap, meskipun dalam hati saya berusaha keras untuk mengingat. Bahkan ketika kami kembali berpisah, saya masih bingung: Tadi itu siapa? Yang pasti kami pernah berteman sebelumnya entah kapan dan di mana.

Dan jangan beri saya tugas atau perintah yang panjang. Sudah pasti saya akan gagal. Sampai sekarang jika ada teman atau atasan menelpon untuk meminta saya melakukan serangkaian tugas, saya akan selalu bilang, "tolong tulis di wa saja ya, biar saya ingat. Kalau cuma ngomong di telpon pasti saya lupa."

Saya pun mengalami kesulitan untuk menemukan alamat. Semua jalan terasa baru, sampai saya harus melewatinya berulang-ulang baru ingat. Jalan kerto-kertoan di dekat kampus Brawijaya Malang terasa seperti labirin bagi saya. Dan baru bisa hafal setelah saya kost di sana. Any way saya alumni Brawijaya.

Biasanya saya akan meminta teman saya menjemput saya di depan gang, karena saya pasti akan tersesat jika harus masuk gang yang bercabang-cabang. Saya sering sengaja mempir ke teman yang kost nya tidak jauh dari jalan raya hingga mudah diingat, untuk mengajaknya ke tempat teman yang kost nya di bagian dalam kerto-kertoan. Di jalan besar pun saya bisa salah belok, bersyukur sekarang ada Google Map.

Namun setelah saya hafal menjadi ingatan jangka Panjang, maka saya akan tidak mudah melupakannya. Umumnya perlu lewat berkali-kali atau ada sesuatu yang istimewa, misalnya gang rumah Ani samping pohon besar yang ada kuntilanaknya … hayah!!! Begitu kuntilanaknya berhasil diusir dan pohonnya ditebang, aku pun kesulitan mencari rumah Ani.

Kata yang tertukar/ apaxia

Ini juga bagian dari dyslexia. yaitu kata-kata yang tertukar biasanya karena mirip. Misalnya saya sering tertukar antara Asus dan Acer, padahal itu 2 merek yang berbeda tapi jualannya banyak yang sama termasuk Laptop. Saya sudah 2 kali memiliki laptop Acer dan semuanya awet. Tapi kemudian saya berteman dengan para pengguna Asus yang menyarankan saya beli Asus yang menurut mereka lebih bandel. Saya pun mulai browsing mencari jenis laptop Asus yang cocok untuk saya. Tapi ujung-ujungnya saya malah browser Acer dan membeli laptop Acer ke 3 saya. any way saya belum pernah punya laptop asus (kecuali laptop kantor dan itu tidak bisa dihitung sebagai milik saya), selain acer saya pernah memiliki compaq dan Lenovo. Sombongnya …!!!

kiriman gambar wa dari teman
Nama teman juga sering tertukar, misalnya Hamdan dan Wildan. Sampai saya harus menghafal kalau Hamdan itu yang badannya tinggi, Wildan yang kepalanya mbendol (benjol). Padahal mereka tidak kembar lho! Bayangkan bagai mana perjuangan saya untuk mengingat si kembar Nani Nina, mereka hanya beda tanda lahir di dagunya dan itu tipis saja. Lalu tiba-tiba saya bertemu salah satu dari mereka dengan dagu diperban karena jatuh dari motor, terbaksa aku bertanya,"Nina atau Nani?"


Ciri dyslexia lain juga ku miliki

Ada ciri umum dyslexia lain yang aku miliki ada di daftar ciri penderita dyslexia dalam artikel situs halo dokter. Diantaranya saya lebih lambat belajar naik sepeda dari pada anak-anak lain. Saya pun kesulitan untuk menangkap bola, akibat koordinasi mata dengan tangan yang kurang baik. Saya juga terlihat lebih lemah dibanding teman sebaya.  Sistem imun pun bermasalah, seperti mudah sekali demam,  alergi, dan gejala asma. Kesulitan belajar saya juga diperparah dengan  sulit untuk konsentrasi pada suatu hal.

Jangan anggap saya aneh ya, saya cuma Dyslexia.

bahan bacaan:
Wikipedia
https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/anak-disleksia-adalah/


Thursday, May 9, 2019

Teman Mualaf Baru

     Ini tentang seorang teman laki-laki, dari keluarga Chines. Papa mamanya chines christian protestant. Setelah dia dan 2 orang adik perempuannya lahir, ayahnya menjadi mualaf. Saat itu ia masih sangat kecil ketika sebuh-subuh dibangunkan papanya untuk ikut sholat subuh di masjid. Kemudian papanya meninggal saat dia masih anak-anak. Pendidikan Islam yang diterima dari ayahnya berhenti, dan dia memilih menjadi christian protestant. Sementara adik-adik perempuannya memilih menjadi muslim.

     Mamanya tidak menghalangi keinginan adik-adiknya. Justru beliau mengundang guru ngaji untuk mendidik anak-anak perempuannya. Teman ku ini tetap menjadi seorang christian protestant, sekolah di sekolah christian protestant, dan SMA masuk ke SMA Catholic Bluderan.

     Setelah dewasa dia bertemu dengan wanita Catholic dan menikah secara catholic, kemudian memilih untuk mengikuti agama Catholic. Bagi non nasrani, mungkin berfikir christian protestant dan catholic itu sama saja, sama-sama nasrani. Ada juga teman muslim yang berfikir bahwa perbedaannya adalah seperti Muhammadyah dan NU. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Christian Protestant dan Catholic memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam kepercayaan Ketuhanan. Tidak seperti Muhammadyah dan NU yang sebatas perbedaan organisasi dan mahdat, bahkan saya pernah kenal organisatoris Muhammadyah yang menjalankan mahdat yang umum dianut Nahdiyin.

     Dalam kehidupan tentu ada naik dan turunnya, seperti gelombang maupun roda yang berputar. Temanku ini pun menaiki gelombang kehidupannya. Sampailah pada masa gelombang hidupnya pecah dan rodanya patah karena sifat buruknya: berjudi. Keluarga yang dia bina pun hancur, hanya saja dalam agama catholic mereka tidak bisa bercerai. Apa yang disatukan Tuhan tidak bisa dipisahkan manusia.

     Puncaknya adalah ketika dia terusir dari keluarganya, bahkan terpisah dengan istrinya meskipun tidak bercerai. Semua karena kesalahan-kesalahan besar yang dia lakukan, maaf ya saya tidak bisa menceritakannya disini karena ku anggap sebagai aib miliknya yang tidak boleh ku sebarkan. Dan dia pun hijrah ke Kalimantan dan "dititipkan" di kantorku bekerja.

     Tak ada seorang Catholic di kantor ku, yang ada Muslim dan Christian Protestant. Aku hanya bisa mengarahkannya ke gereja mana dia harus mengikuti ibadah minggu. Tapi terkadang dia mengikuti ibadah gereja protestant, dan karena tidak cocok dia kembali ke gereja catholic. Bahkan akhirnya dia tidak pernah mengikuti kegiatan ibadah nasrani di kantor, karena cara ibadahnya mengikuti cara protestant, sementara dia satu-satunya yang beragama Catholic.

     Pada masa down yang dia alami, dia sering curhat ke saya. Mungkin karena dianggapnya saya cukup dewasa dan paling mengerti agamanya diantara yang lain, tidak memaksakan pandangan dan kepercayaan yang saya miliki. Oh ya, sewaktu SMP saya sekolah di sekolah Catholic dan memiliki banyak teman china, jadi wajar kalau saya lebih mudah untuk mengerti kondisinya. Dan saya pun mengajak dia untuk mengikhlaskan masa lalunya.

      Hal yang unik adalah, dia cepat hafal do'a-do'a muslim. Setiap pagi kami memiliki ritual berkumpul di lobi kantor untuk berdo'a bersama. Tentu saja kami diberi kebebasan untuk berdo'a berdasarkan kepercayaan masing-masing. Tapi dia malah ikutan do'a kami yang beragama Islam, dia ikut membaca Al Fatihah alih-alih do'a Bapa Kami atau Salam Maria. Sampai aku berkomentar, "Tinggal tunggu waktunya teman ku ini baca syahadat."

     Dan waktu itu akhirnya tiba, kami mendapat pengumuman bahwa dia akan segera menjadi mualaf. Alhamdulillah .... Ternyata proses menjadi mualaf tidak seperti yang aku bayangkan, tinggal membaca syahadat gitu, tapi ada sebuah proses dan syarat yang harus dia penuhi di kantor departemen agama.

     Teman ku ini pula harus minta ijin ke mamanya. Dalam telpon dia jelaskan ke mamanya bahwa di Balikpapan dia tidak memiliki pembimbing dalam agamanya. Maka dia memutuskan untuk memeluk agama Islam seperti papa dan adik-adiknya. Alhamdulillah mamanya mengijinkan dan mendukungnya. Berharap perpindahan keyakinan yang ia lakukan mampu menjadi pembuka jalan rekonsiliasi dengan adik-adiknya.

     Hari itu, kamis terakhir sebelum bulan Romadhon teman ku mengucapkan 2 kalimat syahadat di kantor Agama Balikpapan. Kemudian diulang secara simbolis di kantor pada saat ibadah yasinan. Banyak yang memberinya hadiah, berupa sajadah, Al Quran, baju koko, sarung, songkok, dan buku pelajaran sholat. Besoknya hari jumat dia bersama kami sholat jumat di Masjid. Dan bulan Romadhon ini sudah ikut berpuasa bersama kami.

     Allahu Akbar. Dari awal aku sudah anggap teman ku ini bukan hanya sahabat, tetapi saudara. Dan sekarang dia menggenapi persaudaraan ini dengan akidah. Semoga selalu istiqomah ya saudara ku ....

    

Saturday, June 2, 2018

Djoeragan Doeren, Warung Kuliner Durian di Balikpapan

     Hari jumat lalu, 1 Juni 2008 saya datang ke acara bukber komunitas "gundam base Balikpapan" yaitu kumpulan para Gundam Builder Balikpapan. Lakasinya di "Djoeragan Doeren" sebuah warung kuliner yang menawarkan berbagai makanan olahan durian.

     "Djoeragan Deoren" berlokasi di Sungai Ampal Balikpapan. Tepatnya di seberang Indomaret Sungai Ampal. Di daerah situ memang banyak yang menawarkan wisata kuliner dengan berbagai konsep. Dan "Djoeragan Doeren" adalah satu-satunya yg menawarkan konsep Durian di sana, bahkan mungkin di Balikpapan.


     Sebenarnya saya ingin menulis tentang komunitas "Gundam Base Balikpapan" tapi biarlah materi tulisan itu untuk next post. Saya pingin cerita dulu tentang warung unik ini dulu.

     Durian adalah buah exotis dari asia tenggara. Dulu saya termasuk yang tidak suka karena baunya yg menyengat. Tapi sekali saya mencicipinya ... Hmmm saya pun jadi penggemar beratnya. Jangan sampai musim durian terlewatkan tanpa makan durian.

     Sore itu saya tiba di "Djoeragan Doeren" sekitar 15 menit sebelum waktu berbuka. Beberapa member of Gundam Base Balikpapan sudah datang dan mengatur gundam mereka di meja. Aku pun "say hi" dan langsung menuju meja pemesanan.

     Sempat bingung membuka-buka buku menu. Makanannya unik-unik. Namun aku tidak bisa berlama-lama karena harus cepat melakukan pemesanan, keburu maghrib. Pilihan saya jatuh pada "roti bakar durian keju". Ku pikir pasti seru nih rasanya. Keju memang salah satu makanan kesukaan ku. Jadi sepertinya menarik kalau dua makanan itu diramu menjadi satu.



     Saat memilih minuman, saya pun kembali galau. Macem-macem, dan sepertinya enak. Ada kopi doeren, wow saya juga suka ngopi. Tapi kopi tidak cocok untuk buka puasa. Akhirnya pilihan jatuh pada "Hot Chocolate Doeren", karena saya juga penggemar coklat.



     Yah, sepertinya semua kesukaan saya ngumpul disini. Dan saya suka sekali dengan roti bakar durian keju nya. Rasanya pas, sopan banget, ga nendang-nendang,  dan  yang pasti : ENAK. Ada teman saya yang menawarkan untuk ikut makan pizza duren yang dia pesan. Enak juga, meski menurutku itu lebih mirip pan cake dari pada pizza.



     Sebenarnya masih banyak menu yang ingin saya coba. Tapi bagaimana pun juga saya harus berhati-hati dengan perut saya. Ga asyik kalau saat puasa Romadhon sakit perut gara-gara kebanyakan makan durian. Sepertinya es duriannya seger banget. Ada berbagai menu es durian disana.  Belum lagi cheese cake durian, dan masih banyak lagi.

es alpokat-doeren & doeren cheescake. Gambar bungkus rokoknya ku blur ya, ga lolos sensor 😁


es choco Duren yang udah kadung diadik-aduk sama yang punya
     Pokoknya kapan-kapan harus ke sana lagi. Dan kalian yang belum coba sebaiknya coba juga, terutama para penggemar durian. Yang ga suka durian tapi ingin datang buat nongki sama teman-temannya, bisa coba menu-menu tanpa durian yang ada di sana.

     Soal warungnya sendiri, saya suka dengan interiornya yang sederhana, bahkan boleh dibilang polos karena bertema sangat minimalis. Menurutku sebaiknya dibuat lebih photogenic, agar dapat  menarik perhatian lebih banyak pengunjung. Biar jadi pilihan asyik buat nongky sambil foto-foto trus di upload di medsos, jadi deh promosi suka rela.

     Over all, saya nyaman sekali berada di sana, memakan menu-menu duriannya. Rasanya pingin datang lagi buat menikmati olahan duriannya. By the way  Gundam yang ada di dalam foto hanya sekedar pemanis ya ....

- tetap semangat - tetap luar biasa -

NB:
Dapat info menu-menu dari mas Adi  Adna owner "Djuragan Doeren"

Roti Bakar: 
Special Doeren:
Doeren Original - Doeren Coklat - Doeren Keju - Doeren Srikaya - Doeren Choklat keju - Doeren Srikaya Keju - Doeren Cheese Cream.
 Menu diatas juga bisa disajikan tanpa durian (Special).

Minuman Hangat / Panas
Doeren Pantai - Doeren Batu Bara - Kopi Doeren - Hot Matcha Doeren - Hot Chocolat 

Minumgan dingin / es
Es Doeren Original - Es Doeren-doeren - Es Choco Doeren - Es Chendol Doeren - Es Alpukat Doeren - Doeren Vanilla Saouce

Snack:
Pancake Doerian Goreng -  Doeren Cheesecake, Doeren Pizza - Baked molten doeren - Browniss Doeren - doeren goreng - Fudgy Brownies

Doeren Bakar:
Doeren Bakar Original -  Doeren Bakar Susu - Doeren Bakar Vanilla - Doeren Bakar Keju - Doeren Bakar Vanilla - Doeren Bakar Keju Susu - Doeren Bakar Coklat Susu - Doeren Bakar Coklat Susu - Doeren Bakar Srikaya Keju

 Selain menu-menu diatas, terdapat pula menu-menu yang bukan Doerian. Selamat mencicipi ....


Jalan-jalan Naik Bus City Tour Balikpapan

Hari Sabtu pagi, 22 Februari 2020 menjadi hari yang istimewa buat Blogger Balikpapan. Soalnya hari ini kita diberi kesempatan untuk ...